Skip to main content

Bacotan Anak Yang Mengejar S1 atau Cepat Menghalalkan Seorang Wanita

Assalamu'alaikum wr.wb.
Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam Semua...

Sebelum Masuk ke Bacotan,
Aku memperkenalkan diri dulu
Panggil saja aku sesuai anggapan yang ada di pikiran kalian saat membaca bacotan ini
Aku sedang ngampus di salah satu PTS ternama di Indonesia khusunya di Jawa Barat.

Baik, saya akan masuk ke bacotan saya sesuai yang ada di judul.
Mulai dari mana ya???
Hmm...
Baik saya mulai dari misi dalam mengejar S1 di PTS ini.
He'em... 
Saya berkuliah masih di biayai orang tua saya, dan uang rokok saya masih minta ke orang tua saya, awal saya mengejar S1 ini saya ingin mewujudkan cita-cita orang tua saya yang dulu tidak bisa S1 dan saya tidak tau sebabnya apa. Saya sebagai anak ingin melihat orang tua saya tersenyum ikhlas dengan lebar. Tepatnya bulan Desember, saya mendaftar di PTS tempat saya berkuliah sekarang dengan segala keterbatasan, mulai dari ilmu, mental, dll. Saya pun memberanikan diri untuk mendaftar di jalur awal yaitu, Jalur yang di seleksi dari nilai rapor dengan biaya 300k/jurusan dan 500k/5 jurusan, akhirnya saya memilih untuk membayar 500k untuk 5 jurusan pilihan, di awal saya tereliminasi karen salah input nilai di satu mata pelajaran, dan saya sedih takut dimarahi orang tua saya karena kebegeoan saya yang sangat bego. Akhirnya orang tua saya dengan berbaik hati memberikan saya kesempatan 2x untuk jalur seleksi dari nilai rapor, karena PTS ini memberi 2 tahap untuk jalur ini, dan akhirnya YEEAY saya senang karena saya sudah pandai dan tidak salah dalam menginput nilai, saya di terima di PTS tersebut. Waktu demi waktu berlalu, akhirnya saat 2 bulan akan berangkat untuk menuntut ilmu di PTS tersebut saya menemukan satu wanita yang sangat WOW di mata dan hati saya, saya tidak tau kalau di mata kalian dia begitu menarik atau tidak, karena kita berbeda. Nah kita lanjut. Di awal saya mulai untuk memberanikan diri untuk memikat hatinya, saya tidak begitu percaya diri dengan segala keterbatasan dia, ternyata We Oo We WOW, sesuai ekspetasi saya, dia bisa menerima semua segala keterbatasan yang saya miliki, maksudnya adalah dia menerima saya belum sebagai kekasih tetapi masih sebagai Teman Tapi Mesra, wkwk. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, waktu demi waktu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan pun berlalu. Timbul lah rasa yang pernah ada di dalam perasaan saya, tidak usah panjang-panjang, akhirnya di suatu bulan yang sangat membahagiakan bagi Warga Negara Indonesia dan membahagiakan bagi saya dua kali lipat karena saya di terima sebagai kekasihnya sampai sekarang walaupun agak goyang. Nah kuliah demi kuliah dilalui satu per-satu mata kuliah mulai tersingkirkan, dengan kekuatan do'a yang diberi oleh kekasih saya. Kami berdua sebagai kekasih menjalankan hubungan ini dalam keadaan jarak jauh atau kata orang-orang yang tinggal di kota LDR, nah seperti lirik lagu celengan rindu, seperti itulah kehidupan saya dengannya. Saya pernah di beri suatu masalah hanya karena masa lalu saya yang susah di terima olehnya, pasti kalian yang baca bicara bahwa saya menyembunyikan masa lalu saya dari dia, oopss anda salah besar, saya sudah beritahu semua saat kami menjadi Teman Tapi Mesra, berarti sebelum jadian dong, tidak pernah dia mempersalahkan semua masa lalu saya, tapi tak tau kenapa sekarang ini sering dia mempersalahkan itu dan hubungan kami bisa saja tak berstatus jika tidak ditangani dengan baik, maksudnya jika dia terpikirkan masa lalu saya semua masalah akan muncul atau hal kecil bisa jadi masalah. Nah jadi ceritanya saya pernah ngomong "Kalau ngga samamu aku ngga mau nikahlah, karena aku dah dapat yang terbaik yang bisa nerima aku apa adanya yang bisa support aku dari 0 bahkan kalau bisa dibilang (-) minus, aku takut salah kasih menantu buat orang tuaku nanti". Jadi dia pernah bilang dia pengen cepat nikah karena terpikir umur, memang dia lebih tua dari saya 5 tahun, baik kalian yang baca pasti jijik ya bacanya karena mikirnya "apaan cewek kok lebih tua dari cowoknya 5 tahun?" apalah terserah kalian, kalian yang ngomong gini berarti belum pernah ketemu cinta yang haqiqi, karena cinta bukan nafsu doang, istri bukan pembantu boy di rumah. Baik kita lanjut lagi, dia bilang dia mau cepat-cepat nikah karen umur yang semakin tua, nah saya bingung gimana caranya, saya masih manja sama orang tua, belum bisa menghasilkan duit sendiri karen masih kuliah di sana. Akhirnya kami berdua bicara secara baik-baik gimana jalan keluarnya, baik saya akan kuliah di tempat saya tinggal supaya tidak LDR yang pertama dan bisa berpenghasilan biar cepat bisa nikahin dia. Akhirnya saya memberanikan diri untuk memberikan proposal ini kepada orang tua saya, saya bicara kepada orang tua saya begini "Ma, saya mau kuliah di sini aja biar sekalian berpenghasilan ngga susahin mama lagi buat jajan saya.", dan akhirnya jiwa emak-emak itupun keluar "@!#!#%$#@#$%@#^@#$%#$@^" proposal saya di tolak mentah-mentah. Terus saya mengabari ke kekasih saya bahwa apa yang dibicarakan tadi semuanya tidak sesuai ekspetasi, saat itu juga kekasih saya minta untuk pisah dengan berat hati, tapi tidak jadi karena saya adalah manusia besinya, saya bisa tangani masalah itu. Tetapi waktu demi waktu hal-hal kecil bisa menjadi masalah dalam hubungan ini yang bisa mengakibatkan hubungan ini tak berstatus lagi. Dia juga bilang kalau dia udah capek dengan hubungan ini, jadi saya harus terus berpikir gimana dia ngga capek lagi dengan hubungan ini.

Tolong Kamu Yang Baca ini bukan cowok!!! Maksudnya Wanita Yang Merasa Kekasih Saya :)
Jangan Mikir buat Pisah lagi ya :') Aku kan udah janji bakal nikahin kamu, Aku bukan orang kaya yang beli sesuatu itu dengan gampang, Aku harus ngibulin ortu dulu atau bantu ortu dulu biar bisa membeli sesuatu. Jadi support aku ya untuk buka usaha yang udah di rencanain.

Dan Kalian yang baca jangan diem aja kasih aku solusi biar ini masalah ngga terjadi lagi, jadi buat abang-abang, kakak-kakak, dan adik-adik, oom-oom, tante-tante, siapa sajalah yang berpengalaman dan punya story kayak gini tolong bantuin lewat kolom komentar ya, bersedekah bukan dari hal materi saja bahkan senyum pun sedekah, apalagi membantu hal seperti ini, amal jariyah buat kalian yang bantu, karena selama kami bahagia di situ pahalanya mengalir terus menerus sampai alam kuburpun tetap mengalir jika kami bahagia.

Baik Semuanya, Terima Kasih udah mau buang waktunya buat baca blog ini.
Terima Kasih. :D

Comments